Kurikulum 2013, Pelajaran Bahasa Indonesia Alami Perubahan Fundamental - JENDELA PENDIDIKAN QURROTA A'YUN
Headlines News :

MASUKKAN KODE MENU DI SINI

111

Motivasi Hidup

Loading...

Pembelajaran smk

Loading...

Video Motivasi Belajar

Loading...
Jendela Pendidikan Qurrota A'yun. Diberdayakan oleh Blogger.

Mutiara Hikmah

Loading...

Translate

Followers

Blog Archive

Widget Footer 1

Home » » Kurikulum 2013, Pelajaran Bahasa Indonesia Alami Perubahan Fundamental

Kurikulum 2013, Pelajaran Bahasa Indonesia Alami Perubahan Fundamental

Written By asep ropi on Jumat, 01 Maret 2013 | 07.56



Pembelajaran bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 mengalami perubahan secara fundamental. Penggunaan bahasa yang selama ini menekankan sebagai sarana komunikasi dikembangkan sebagai sarana mengembangkan kemampuan berpikir.

Dalam impelementasinya, pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan pendekatan berbasis teks.

"Ini keunggulan yang sangat mendasar dari kurikulum ini. Perubahan ini terjadi  dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada kurikulum 2013, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) basisnya tidak pada teks," papar Plt Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Mahsun di Jakarta, Selasa (26/2).

Ia mencontohkan dari studi TIMMS tahun 2011, hanya lima persen siswa Indonesia yang memecahkan persoalan yang membutuhkan pemikiran, sedangkan sisanya 95 persen hanya sampai pada level menengah, yaitu memecahkan persoalan yang bersifat hapalan.

Dengan kondisi itu, ungkap Mahsun, dicari pelajaran apa agar mampu mengembangkan pemikiran siswa? "Ternyata pelajaran bahasa," cetusnya.

Mahsun menjelaskan teks tidak diartikan sebagai bentuk bahasa tulis seperti teks Pancasila, yang sering dibacakan pada saat upacara. Teks dapat berwujud teks tertulis maupun teks lisan. "Teks itu adalah ungkapan pikiran manusia yang lengkap yang di dalamnya ada situasi dan konteksnya," katanya.

Teks dibentuk oleh konteks situasi penggunaan bahasa yang di dalamnya ada register atau ragam bahasa yang melatarbelakangi lahirnya teks tersebut.

"Register itu meliputi apa pesan yang akan disampaikan, kepada siapa pesan itu disampaikan, dan dalam format bahasa seperti apa pesan itu dikemas," kata Guru Besar Universitas Mataram itu.

Mahsun menjelaskan semua pelajaran bahasa Indonesia mulai jenjang sekolah dasar (SD) sampai dengan sekolah menengah atas (SMA) berbasis teks. Dia menyebutkan, untuk jenjang SD sebanyak 30 jenis, SMP 45 jenis, dan SMA 60 jenis.

"Ketika (siswa) sudah selesai mengetahui bagaimana susunan teks itu maka selesailah (pelajaran) bahasa Indonesia. Jadi setiap kompetensi dasar ada indikator penilaiannya," katanya.

Mahsun menambahkan, ada dua jenis teks yaitu teks sastra dan nonsastra. Teks sastra terdiri atas sastra naratif dan non naratif. Dia mencontohkan, sastra naratif seperti cerita pendek (cerpen) dan prosa, sedangkan sastra nonnaratif seperti puisi.

"Jadi kurikulum 2013 ini merupakan kurikulum yang bagus jika materi pembelajaran atau bukunya disusun dengan baik sesuai spirit kurikulum, terutama pelajaran bahasa Indonesia," imbuhnya. (Syarief Oebaidillah/Ray)

 sumber: Metrotvnews.com, Jakarta
Share this article :

0 komentar:

Saat ini Anda Pengunjung Yang Ke

 
Support : Creating Website | Belajar Komputer | Tata Busana QA
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. JENDELA PENDIDIKAN QURROTA A'YUN - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Asep Moh.Ropi